April 24, 2012

Game yang Menghina Islam

Assalamualaikum sobat semuanya !!! Salam Islam !!!! Kali ini saya akan share kepada sobat semuanya mengenai Game Yang Menghina Islam. Saya sebagai salah satu dari berjuta umat islam di dunia, merasa memiliki kewajiban untuk menyampaikan berita ini . Game adalah salah satu hiburan yang sangat dan sangat digemari orang , apalagi remaja dan anak-anak. tapi tanpa kita sadari, lewat permainan game tersebut kita telah di jajah oleh orang kafir. dijajah dalam hal waktu, yang bisa membuat kita lupa sholat, dijajah dalam hal keimanan melalui game.orang-orang kafir secara tidak langsung menghipnotis kita, agar kita tertarik dengan apa yang kita mainkan, dan lama-kelamaan kita menggilainya, bahkan merasa bahwa apa yang dimainkan tersebut adalah nyata. Ok sob , ini ada beberapa game yang mungkin secara sengaja atau tidak telah menghina islam . Saya sangat prihatin sob , karena game-game ini  justru game yang disukai remaja dan anak-anak islam, bahkan saya mengaku dengan jujur, pernah memainkan game ini dan sempat menggilainya "Ya Allah Ampun ya Allah ''. ini sob daftar game-gamenya : DEVIL MY CRY 3

                                                                           

Nah Game ini belum pernah saya mainkan sob,secara garis besar game ini menceritakan seseorang yang bertugas untuk menentang syaitan , dan caranya adalah dengan memasuki sarang setan yang terdiri dari 12 pintu. Dan Mari kita lihat unsur penghinaanya.



Sobat bisa melihat pintu tersebut, pintu tersebut adalah jalan menuju alam setan. pertama kali saya lihat pintunya saya merasa biasa saja, tidak ada yang aneh. dan setelah saya bandingkan dengan gambar yang ini...

Sobat tau ini gambar apa ??? ini adalah Pintu Ka'bah,dengan sengaja pintu dalam game ini dibuat persis menyerupai pintu ka'bah. dengan maksud, tidak lain dan tidak bukan adalah dengan maksud menghina kita semua umat islam, karena telah menyembah sarang setan (ka'bah). Mari kita telusuri lagi...
                                                                                       
                                                                               

Sobat bisa lihat dengan JELAS , gambar yang dilingkari tersebut adalah lafadz ALLAH. Akankah sobat semua terima dengan penghinaan ini, kalau saya sangat tidak terima sob...lanjut ke game berikutnya 
CLIVE BARKER UNDYING


Game garapan EA Games ini juga belum pernah saya mainkan sob, tapi saya sering melihat anak-anak kecil memainkan game ini dengan khusu' dan serius sob , ya saya merasa maklum. namanya juga anak kecil, tapi ternyata yang membuat mereka betah memainkan game ini adalah karena mereka digoda sama setan sob. secara tidak sadar mereka sambil bermain game juga sambil ditemanin setan. makanya betah sob. game ini juga mengisahkan perlawanan terhadap setan. dan letak penghinaannya adalah di saat memasuki istana setan. terdapat lafadz Allah di dindingnya :
Gambar diatas merupakan gambar istana setan. dan sobat bisa lihat sendiri. dengan jelasssss !!! terpampang tulisan arab dan Lafadz Allah. Nauzubillah... ini seolah-olah mengatakan bahwa siapa saja yang menyembah Allah adalah sekutu setan.
Astagfirullah...semoga yang buat game ini di azab oleh Allah .Aminn !! Lanjut ke game berikutnya
PRINCE OF PERSIA
Game yang berlatar tempat di Persia atau sekarang adalah Kawasan Iran,Irak,Mesir ini secara keseluruhan memang bertemakan islam, seorang pangeran yang ceritanya membalas dendam ini memang dengan kasat mata tidak ada unsur penghinaanya terhadap islam. tapi setelah di selidiki,unsur penghinaanya adalah :
                                                                        
Sobat bisa lihat pedangnya pangeran dastan. bertuliskan Arab yang Artinya ''“Sebarkanlah ajaranku walau satu ayat pun” (Sabda Rasulullah SAW). lantas dimana unsur penghinaanya ??? didalam Game ini pangeran membunuh siapa saja yang menghalanginya ... dan membunuh prajurit-prajurit persia, tahukah sobat bahwa prajurit persia adalah muslim. secara tidak langsung game ini mengatakan bahwa ajaran Rasullulah yang disebarkan adalah ajaran membunuh. dan mengatakan bahwa umat islam adalah kaum barbar. Nauzubillahmindzalik..
GUITAR HERO 3
Orang yang memainkan game ini sob , dibuat mabuk !!! seolah-olah merasakan lantunan lagu dan jingkrak-jingkrak seperti yang di game,tanpa mereka sadari .Game ini menghina islam dengan Telak dan Jelas.mari kita lihat :
Apakah sobat terima ???? kalo saya Sangat TIDAK terima. Lafadz ALLAH dengan jelas terpampang dilantai panggung dan di injak-injak.dan coba sobat lihat latar belakang panggung adalah setan-setan semua. Nauzubillah,semoga Allah yang maha perkasa menghukum dengan hukuman yang pedih  :  
RESIDENT EVIL 4
Game yang bisa dibilang seru dan digemari remaja ini merupakan salah satu game yang menghina Islam sob, di dalam Game ini diceritakan seorang yang bertugas mengemban misi menyelamatkan dunia dari ancaman zombie (mayat hidup) dan zombie disini adalah dikategorikan jahat dan wajib di bunuh. Unsur penghinaannya sebenarnya sudah ada sejak pertama kali main, tapi yang sangat Jelas adakah saat Leon memasuki Sarang Zombie . Pintu tersebut terdapat simbol Iluminati dan pintu tersebut dibuat persis dengan pintu Pintu Omar Bin Khattab, Masjid Nabawi. Mari kita lihat :
Lambang Asli Iluminati pada pintu tersebut di bawah ini adalah pintu Umar Bin Khattab
 
Gabungan dan Unsur penghinaannya adalah :
                                                                                 
sangat jelas bukan??! gambar kaligrafi dari pintu umar bin khattab dibuat sama persis tanpa diubah Tulisan Kaligrafi yang Berlafadz Nabi Muhammad. dan di tindih dengan lambang iluminati .Nauzubillah...kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sarang zombi , berpintu dengan lafadz Nabi Muhammad SAW, jadi maksud dari penghinaan ini adalah , kita semua umat islam pengikut nabi Muhammad SAW digambarkan zombie yang wajib dimusnahkan dari muka bumi. NAUZUBILLAHMINZALIK... 
ok sob , itu tadi penelusuran saya tentang Game yang Menghina Islam. mari kita musnahkan game tersebut dengan cara tidak memainkannya, saya harap setelah sobat membaca artikel ini, sobat memberitahukan kepada sobat-sobat yang lainnya yang belum tahu, sebenarnya hampir semua game memiliki unsur yang sedikit menyinggung Islam, tapi saya rasa game yang telah saya bahas ini , sangat telak dan wajib dijauhi. wajib  ya sob !!!! saran saya, marilah kita menggunakan waktu dengan hal yang berguna , sebelum saya mengetahui Game-game ini menghina Islam, saya juga seorang yang suka bermain game , tapi setelah saya mengetahuinya  , degan jujur saya mengatakan,saya mulai memilih-milih game untuk dimainkan.Ok sob terimakasih sudah berkunjung , semoga bermanfaat ya...

Jadi, Sebenarnya Apa Agama Kartini?



Pembahasan mengenai Kartini memang tidak kunjung usai. Pro kontra pun senantiasa mewarnai berbagai pendapat untuk melihat sisi keislaman dan theosofi dari seorang Kartini. Sampai saat ini pun masih terjadi pertentangan untuk mendefiniskan apakah Kartini seorang theosofi atau seorang mukmin sejati?

Pembahasan mengenai Kartini memang tidak kunjung usai. Pro kontra pun senantiasa mewarnai berbagai pendapat untuk melihat sisi keislaman dan theosofi dari seorang Kartini. Sampai saat ini pun masih terjadi pertentangan untuk mendefiniskan apakah Kartini seorang theosofi atau seorang mukmin sejati?



Untuk memberikan kesimpulan yang jelas, kiranya hal ini mesti dibahas secara komperhensif dan tuntas dengan menyertakan bukti-bukti historis yang ada disertai analisis tajam untuk mengupasnya.

Sisi Keislaman Kartini

Menurut Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara, dalam bukunya“Api Sejarah” (2009), dari surat-suratnya yang dikenal dengan “Habis Gelap Timbullah Terang” dikisahkan bagaimana kekaguman Kartini kepada Al Qur’an. Kartini pernah menulis tentang kekagumannya terhadapan Kitab Suci yang mulia ini sebagaimana tertera pada suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 15 Agustus 1902.

“Alangkah bebal dan bodohnya kami, kami tidak melihat, tidak tahu bahwa sepanjang hidup ada gunung kekayaan disamping kami”.

Ahmad Mansyur kemudian menyatakan bahwa Kartini menilai Al Qur’an sebagai gunung kekayaan yang telah lama ada disampingnya. Akibat pendidikan Barat, Al Qur’an menjadi terlupakan, namun setelah Tafsir Al Qur’an dibacanya, Kartini melihat Al Qur’an sebagai gunung agung hakikat kehidupan.

Kartini tidak hanya ingin memahami dirinya sendiri, namun juga mempelopori kecerdasan terhadap anak bangsa. Sikap perjuangan Kartini agar kesetaraan pendidikan terhadap anak bangsa yang bukan dari Jawa, menurut Profesor Ahmad Mansyur, sangat dipengaruhi oleh ajaran Al Qur’an. Lingkungan kehidupan kabupaten Jepara merupakan medan persemaian tumbuh kembangnya ajaran Islam di kalangan Boepati yang berpikiran semaju sejalan dengan kaum muda.

Melalui surat-suratnya, Kartini juga memberikan gambaran akan gagalnya agama Protestan sebagai agama penjajah Belanda. Demikian pula Katolik yang dikembangkan agama penjajah Portugis, sebelum penjajah Protestan Belanda datang.

Kepada E.C Abendanon Kartini mengingatkan bahwa Zending Protestan jangan bekerja dengan mengibarkan panji-panji agama. Jangan mengajak orang Islam memeluk agama Nasrani. Hal ini akan membuat zending memandang penduduk Islam sebagai musuhnya. Dampaknya semua agama akan menjauhi zending.

Kartini menolak ajakan Ny. Van Kol untuk berpindah agama menjadi Kristen. Agama Kristen dalam pandangan Kartini adalah agama penjajah. Hal itu dinilai akan merendahkan derajatnya. Pada tanggal 21 Juli 1902, secara halus Kartini mengatakan kepada Ny, Van Kol, “Yakinlah Nyonya, kami akan tetap memeluk agama kami yang sekarang ini”.

Kartini kemudian mengingatkan Ny. Van Kol, tentang tekad muianya yang akan tetap erjuang untuk menyadarkan Barat agar dapat bertoleransi terhadap agama Islam, “Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang agama kami Islam patut disukai”.

Pada surat itu juga Kartini menulis kepada Ny. Van Kol,

”Tiada Tuhan kecuali Allah! Kata kami umat Islam, dan bersama-sama kami semua yang beriman, kaum monotheis; Allah itu Tuhan, Pencipta Alam Semesta.”

Itulah kira-kira paparan Prof. Ahmad Mansyur dan beberapa data lainnya dalam melihat Kartini sebagai pejuang Islam. Bahkan, dalam buku Prof Mansyur, bahasan mengenai Kartini masuk dalam sub bab berjudul ‘Peran Ulama dalam Gerakan Kebangkitan Kesadaran Nasional (1900-1242 M)'. Artinya Prof Mansyur bisa dikatakan mengakategorikan Kartini sebagai orang yang alim dalam Islam.

Kartini dan Pengaruh Theosofi

Sekalipun fakta-fakta kekaguman Kartini akan Islam dan nilai dalam Al Qur’an menjadi tidak terelakkan, fakta lain tentang pengaruh theosofi dalam pemikirannya juga menjadi catatan tersendiri yang mesti diungkap.

Banyak Surat Kartini yang kontradiksi atau tidak sejalan terhadap pembelaannya kepada agama Islam. Menariknya ucapan kartini itu disampaikan pada tanggal yang sama pula di saat kekagumannya mengalir kepada Islam.

Pada tanggal 15 Agustus 1902, Kartini mengirim Surat kepada Nyonya Abendanon yang bisa dikatakan memandang Islam sebagai agama ritual belaka.

”Kami bernama orang Islam karena kami keturunan orang-orang Islam, dan kami adalah orang-orang Islam hanya pada sebutan belaka, tidak lebih. Tuhan, Allah, bagi kami adalah seruan, adalah seruan,adalah bunyi tanpa makna.”

Selanjutnya pandangan teosofis Kartini juga terlihat pada surat yang dikirim ke Nyonya Abendanon tertanggal 14 Desember 1902, berarti empat bulan setelah ia menyatakan kekaguman akan Islam.

“Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni.” (Surat kepada Ny Abendanon, 14 Desember 1902).

Juga suratnya kepada Ny. Andriani, tanggal 24 bulan September 1902 dan 5 Juli 1903.

”Betapapun jalan-jalan yang kita lalui berbeda, tetapi kesemuanya menuju kepada satu tujuan yang sama, yaitu Kebaikan. Kita juga mengabdi kepada Kebaikan, yang tuan sebut Tuhan, dan kami sendiri menyebutnya Allah.” (Surat kepada Dr N Adriani, 24 September 1902).

”Tidak peduli agama apa yang dipeluk orang dan bangsa apa mereka itu. Jiwa mulia akan tetap mulia juga dan orang budiman akan budiman juga. Hamba Allah tetap dalam tiap-tiap agama, dalam tengah-tengah segala bangsa” (Surat kepada Dr N Adriani, 5 Juli 1903)

Selanjutnya merujuk dari surat-surat “pluralisme” Kartini, Artawijaya dalam buku “Gerakan Theosofi di Indonesia”(2010) menjelaskan bagaimana keterlibatan Kartini dengan Theosofi. Meskipun tak ada pengakuan bahwa dirinya seorang theosof namun beberapa inti ajaran dan ritual theosofi seperti persamaan semua agama, mengabdi kepada “Kebaikan”, sebagai tujuan akhir (ultimate goal), serta ajaran tentang gaya hidup vegetarian yang juga banyak dilakukan anggota theosofi, itu semua diamalkan oleh Kartini.

Belakangan jaringan theosofi di Indonesia juga mendirikan Kartini School (Sekolah Kartini) yang mulanya didirkan diBandung oleh seorang teosof bernama R. Musa dan kemudian menyebar di berbagai daerah di Jawa. Tercatat ada beberapa daerah yang berdiri Sekolah Kartini, yaitu Jatinegara (Jakarta), Semarang, Bogor, Madiuan (1914), Cirebon, Malang (1916), dan Inderamayu.

Jadi, sisi theosofi Kartini juga adalah fakta sejarah yang suka tidak suka, tak bisa kita pungkiri.

Bagaimana Posisi Kartini?

Ada beberapa hal yang mesti kita lihat untuk menengahkan masalah dari dua sikap Kartini yang saling kontradiksi.

Pertama, kita harus meletakkan Kartini sebagai orang awam. Hal inilah yang sempat dinyatakan Tiar Anwar Bachtiar, Kandidat Doktor Sejarah Universitas Indonesia, dalam wawancaranya dengan Eramuslim.com berjudul "Pakar Sejarah: Kesan Feminis Kartini Adalah Taktik Belanda", pada tanggal 20 April 2011.

Sebagai catatan, Sejak umur 12 tahun, Kartini banyak berdiam diri di rumah dan harus tinggal di rumah karena sudah dipingit. Oleh karenanya dalam masa “pencarian” itu, Kartini akan bertemu apa saja, siapa saja dan dimana saja, termasuk akhirnya Belanda.

Secara psikologis, Kartini terombang-ambing untuk memenuhi dahaganya tentang arti sebuah agama. Kartini pun juga tidak memiliki fundamentasi Islam yang kuat. Lingkungan di sekitar Kartini yang cenderung merujuk kepada Islam kejawen dengan mencampurkan agama tauhid dan sinkretisme mengantarkannya pada pemahaman keIslaman yang tidak utuh.

Kedua, pengaruh Belanda. Ayah Kartini, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang bupati Jepara terkenal memiliki jaringan luas terhadap Belanda. Saat itu ada semcam prestise tersendiri di kalangan birokrat Nusantara saat memiliki persentuhan dengan bangsawan Belanda.

Hal ini kemudian didukung suasana tempat belajar Kartini (sampai usia 12 tahun) di ELS (Europese Lagere School) dimana hampir semua gurunya orang Belanda. Pelajar di Sekolah Belanda dan gurunya sedikit banyak terlibat theosofi. Tidak hanya terpengaruh theosofi, Kartini juga terpengaruh pemikiran liberalisme dan feminis ekstrimis-nya Stella Zeehandelaar.

Setelah mendekam di rumah, karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Disinilah faktor kolonialisme dimanfaatkan Belanda untuk “membentuk” Kartini.

Ketiga, terputusnya hubungan Kartini dengan Kiai Soleh Darat di Semarang. KH.Soleh Darat merupakan sosok ulama yang memilki andil besar terhadap Kartini di akhir-akhir hidupnya. Kiai Soleh Darat adalah guru dari ulama-ulama’ yang mendirikan NU dan Muhammadiyyah, seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH Mahfuzd (pendiri Ponpes Termas, Pacitan), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), dan lain sebagainya

Dengan Kiai Soleh Darat, Kartini bagai bertemu cahaya yang mengantarkannya ke pemikrian Islam yang sesungguhnya. Suaminya pun, seorang Bupati Rembang, termasuk santri yang agak senang mengaji.

Namun sayang pertemuan Kartini dengan Kiai Soleh Darat, tidak berlangsung lama. Kiai Soleh Darat meninggal pada tahun itu juga, menyusul Kartini pada satu tahun berikutnya. Namun sampai detik ini, belum ada fakta sejarah yang menceritakan bahwa Kartini menarik ucapan-ucapanya terkait theosofi. Wallahua’lam.

Khutbah Rasulullah Saw Tentang Dajjal

logo Illuminati, sang “Iblis Raksasa bermata satu” (Dajjal) yang datang menjelang kiamat untuk menguasai dunia dan menebar teror.
Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: “Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal. Baginda telah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal.
Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya. Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin.
“Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.
“Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.
“Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.
“Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: “Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?” Orang Arab itu akan berkata: “Tentu.” Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: “Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.”
“Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: “Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: “Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.”
Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga.”
Kata Rasulullah s.a.w lagi: “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak me-ngakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.
“Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi.
“Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.
Dalam hadis yang lain, “di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.”
Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu.
Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”
Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: “Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Saya menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya.”
Rasulullah s.a.w berkata: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.”
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”
Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?” Rasulullah s.a.w menjawab: “Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu.”
Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan.
Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia: “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” Mereka semua menjawab: “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.
Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membunuh Dajjal itu.”
Dan menurut ceritanya setelah munculnya Dajjal hampir semua penduduk dunia menjadi kafir, yakni beriman kepada Dajjal. Menurut ceritanya orang yang tetap dalam iman hanya tinggal 12,000 lelaki dan 7,000 kaum wanita. Wallahu A’lam.

April 21, 2012

Sang Presiden



Januari 2029
 Ahmad Jaelani, Presiden Indonesia, menatap satu persatu teman halaqahnya. Mereka ada 10 orang, sedang duduk melingkar di atas ambal lembut made in Iran di sebuah ruang keluarga di Istana Kepresidenan Cikeas Bogor.
Dalam halaqah ini, keterikatan antar personil sudah begitu dekat, layaknya bagaikan saudara sekandung. Sehingga tak ada lagi yang dirahasiakan serta dalam menghadapi persoalan saling memikul dan membahu. Halaqah adalah semacam bentuk pertemuan pengajian pekanan yang di dalamnya membahas masalah-masalah keagamaan, kemasyarakatan, pekerjaan masing-masing personil halaqah dan bagaimana mengimplementasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari.
Ahmad Jaelani menarik nafas pelan dan berkata, “Sepuluh tahun saya telah menjadi Presiden RI. Saat ini adalah bulan-bulan terakhir saya memimpin bangsa ini. Periode kedua telah berakhir. Tidak ada periode yang ketiga. Inilah titik-titik kesempatan terakhir bagi saya dalam menyumbangkan seluruh potensi yang saya miliki guna kemaslahatan bagi bangsa ini. Saya mau bertanya kepada kalian sahabat-sahabatku seperjuangan dalam dakwah dan dalam membenahi bangsa ini. Apakah setelah sepuluh tahun kepemimpinanku, saat ini masih adakah rakyatku yang tidak makan? Masih adakah yang buta huruf atau tidak sekolah karena kemiskinan? Masih adakah anak-anak yang dipekerjakan di usia sekolah? Dieksploitasikan? Masih adakah yang tidur di bawah kolong jembatan? Di taman-taman kota? Di emperan-emperan toko? Masih adakah yang tergolek sakit tanpa sentuhan seorang dokter karena kemiskinan? Masih adakah yang menadahkan tangannya di tengah jalanan dan di keramaian kota? Masih adakah warga Negara kita yang bekerja sebagai TKW di Negara orang dan mengalami penyiksaan dan pelecehan? Kalaulah masih ada, maka sangat beratlah pertanggungjawabanku kepada Allah”. Mata sang Presiden mulai berkaca-kaca, membentuk genangan air bagai butiran mutiara yang menghiasi sepasang bola matanya yang teduh. Dia mencoba menahan sedunya. Namun tangisan hatinya lebih membuncah dalam isakan tertahan.
Berharap sebongkah jawaban pasti dan realistis dari para sahabatnya, dia pandangi mereka satu persatu, dengan pandangan kasih sayang dan cinta. Para sahabatnya menunduk, tak mampu menatap ke kedalaman mata yang beriak laksana lautan biru yang meluas dan tenang itu.
“Apakah kediaman kalian, sahabatku, menandakan keberatan hati kalian menyampaikan sesuatu yang buruk padaku? Janganlah kalian takut, aku tidak akan memarahi ataupun memecat kalian. Bahkan bagi siapa di antara kalian yang menyampaikan berita keburukan akibat kepemimpinanku yang menimpa masyarakat, aku akan memberikan hadiah kepadanya sebagai rasa terima kasihku atas kejujurannya. Sampaikanlah kepadaku, sepahit apa pun!” Salah seorang dari sahabatnya, “zero one, ZO” , menatap dalam dan penuh kasih kepada Sang Presiden, untuk kemudian dia berkata pelan dan hati-hati, “ Dalam pengamatan dan peninjauan yang saya lakukan ke beberapa daerah di Indonesia ini sebagai seorang Menteri Kesejahteraan dan Kemakmuran Rakyat pada pemerintahan ini, hal-hal yang Saudara Presiden tanyakan tadi, beberapa di antaranya sudah terlaksana dengan baik dan ada yang masih belum tuntas benar penyelesaiannya dan diharapkan dapat dilanjutkan oleh pemerintahan yang baru nantinya”. Sang Presiden menatap Menteri Kesejahteraan dan Kemakmuran Rakyat itu dengan serius, “Apa-apa sajakah yang telah terlaksana dengan baik dan apakah yang belum tuntas itu Sahabatku?” “ZO” menarik nafas pelan kemudian berkata, “Saat ini rakyat Indonesia sudah tidak ada lagi yang tidak makan karena kemiskinan. Sudah tidak ada lagi yang buta huruf atau tidak sekolah karena kemiskinan. Sudah tidak ada lagi anak-anak yang dipekerjakan di usia sekolah maupun dieksploitasikan karena kemiskinan. Sudah tidak ada lagi yang tidur di bawah kolong jembatan, di taman-taman kota dan di emperan-emperan toko. Mereka telah dikumpulkan pada satu Yayasan Penampungan dan Pembinaan Rakyat – YPPR yang akan membekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan-keterampilan agar mereka menjadi anak-anak yang mandiri, kreatif dan berdaya guna. Juga rakyat Indonesia sudah tidak ada lagi yang tergolek sakit tanpa sentuhan dan bantuan medis karena kemiskinan. Sudah tidak ada lagi yang menadahkan tangannya di tengah jalanan dan di keramaian kota, karena mereka telah diserahkan kepada yayasan penampungan dan pembinaan masyarakat Indonesia seperti anak-anak tadi. Hanya saja Saudaraku Presiden, hal yang belum tuntas itu adalah masih adanya warga negara kita yang bekerja di negara orang sebagai pembantu rumah tangga dan mengalami penyiksaan dan pelecehan. Hal ini karena Program dari Kementerian Kesejahteraan dan Kemakmuran Rakyat tentang penarikan para TKI dari Negara lain belum memasuki tahap akhir. Saat ini kita masih memasuki tahap ketiga dari lima tahap yang diprogramkan agar semua TKI kita dapat ditarik dari Negara lain untuk kemudian ditampung dan dibina pada yayasan penampungan dan pembinaan rakyat. Dua tahap terakhir ini diperhitungkan akan mampu menarik seluruhnya TKI kita.” “Berapa tahunkah dua tahap itu?” Tanya Sang Presiden penuh perhatian. “ZO” berpikir sejenak, “Dalam satu tahap diprogram tiga tahun berarti dua tahap ada enam tahun”. Mendengar itu Sang Presiden menghela nafas panjang dan berpikir keras. Dimainkannya jari jemarinya saling bertemu dan bertaut, mencoba merilekskan pikirannya. Para sahabat lainnya, tekun menyimak pembicaraan itu dan belum hendak memberikan pendapat. “Kira-kira berapa dana yang dibutuhkan untuk dua tahap itu?” Gumam Sang Presiden. “ZO” mengambil HP-nya dari sakunya, kemudian membuka-buka catatan kerjanya yang sudah diprogramnya di HP tersebut. Dia menatap Sang Presiden dan berkata: “Saudaraku Presiden, kita membutuhkan dana sekitar dua belas trilyun untuk dua tahap itu”. Sang Presiden menoleh ke samping kanannya dan berucap: “Saudaraku “Zero Two, ZT”, berapakah utang kita kepada Negara lain?” “ZT”, Menteri Keuangan RI menatap Sang Presiden penuh arti seraya berkata dengan lembut, “Saudaraku Presiden, tahun 2028 lalu kita telah melunaskan seluruh utang-utang kita kepada Negara lain, dan saat ini ada beberapa Negara miskin yang berutang kepada Indonesia. Jumlahnya semua memang tidak banyak. Hanya 10 trilyun rupiah”. Wajah Sang Presiden kelihatan segar dan cerah mendengar laporan dari sahabatnya Menteri Keuangan RI. Dengan tersenyum Sang Presiden berkata, “Alhamdulillah, inilah yang aku cita-citakan sejak remaja dulu. Indonesia tanpa utang dan Indonesia yang memiliki piutang. Subhanallah, bersyukurnya hamba ya Allah, Engkau berikan kesempatan dan pertolongan mewujudkan impian hamba itu. Alhamdulillah ya Rabbul ‘alamin!” Mata Sang Presiden berkaca kembali, dia sangat bahagia dan merasakan kelapangan yang luar biasa dalam hidupnya. Dia berpaling ke sahabatnya di posisi kiri ujung dan berkata, “Saudaraku “Zero Three, ZT1”, engkau telah bekerja keras dalam menjalankan tugasmu sebagai Menteri Energi, Mineral dan Sumber Daya Negara. Aku berterimakasih padamu sekaligus memohon maaf karena selama pemerintahanku aku bertindak begitu keras dan disiplin kepada program kerjamu. Semoga engkau memaafkan aku, Saudaraku …!” ZT1, Menteri Energi, Mineral dan Sumber Daya Negara RI merasa sangat terharu sehingga tanpa disadarinya seguliran air putih bening menetes dari sudut kelopak matanya. Dengan penuh bahagia di tatapnya mata Sang Presiden dan berucap pelan, “Saudaraku Presiden, tak ada yang perlu dimaafkan. Keras dan disiplinnya Saudara Presiden kepadaku memberikan hasil yang luar biasa bagi rakyat dan bangsa ini. Aku bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa yang telah menciptakanmu dan memberikan seorang presiden sepertimu kepada bangsa ini. Aku berterimakasih kepadamu, Saudara Presiden”. Dia menyeka air mata ketulusan dan kebahagiaannya. Para sahabat yang lain dalam halaqah itu terharu dan masing-masing menyeka air mata yang tak terasa mengalir dengan sendirinya membasahi pipi. Ucapan kesyukuran mendesah dari celah-celah bibir mereka. Sang Presiden menangis bahagia dan tak putus-putusnya bibirnya mengucapkan puji-pujian dan kesyukuran kepada Allah Yang Maha Esa. Situasi yang mengharukan dan membahagiakan itu berlangsung beberapa menit, tapi kemudian Sang Presiden mencoba menguasai dirinya agar tidak larut terlalu lama karena mengingat harus ada hal-hal terbaik yang dikerjakannya di bulan-bulan terakhir dirinya sebagai Presiden.
Diambilnya selembar tissue dari sebuah kotak tissue di depannya. Disekanya air matanya. Di pandanginya bergilir sahabat-sahabatnya satu per satu. Dengan nada perlahan dia menyampaikan apa yang terpikir olehnya beberapa hari ini. “Sahabatku seperjuangan dalam dakwah dan kenegaraan, ada satu hal yang ingin kusampaikan kepada kalian yang hal ini telah aku pikirkan beberapa hari ini. Untuk itulah aku menggunakan kesempatan pertemuan ini untuk menyampaikannya kepada kalian, dengan harapan kalian memberikan pertimbangan dan tata cara yang berarti dalam mewujudkannya”. Para sahabatnya, memandang Sang Presiden dengan penuh tanya dan serius. “Apakah itu Saudaraku Presiden?” Pertanyaan itu tercetus bersamaan di antara mereka secara spontan dan tidak janjian. Tersadar kompak, mereka saling menatap dengan bola mata yang sedikit membesar dan akhirnya menurunkan nafas pelan seraya tersenyum malu. Sang Presiden pun ikut tersenyum melihat antusiasme spontan yang direfleksikan oleh para sahabatnya itu. Dia menatap lembut dan dalam kepada para sahabatnya. Kemudian Sang Presiden berucap, “Saya ingin melelang secara patungan kebutuhan 12 trilyun untuk penarikan TKI kita dari Negara lain itu kepada seluruh menteri dan pejabat Negara yang ada di Republik Indonesia ini. Juga kepada para pengusaha dan masyarakat Indonesia yang ingin turut ambil bagian dalam pelelangan ini. Dan “pelelangan patungan” kebutuhan 12 trilyun ini adalah dengan cara mengumpulkan tawaran-tawaran sumbangan yang mereka ajukan”. Sang Presiden diam sejenak dan melanjutkan kembali, “Tawaran pertama dari saya, sumbangan sebesar 1 trilyun ru….pi ….ah …” Kalimat Sang Presiden terbata-bata pada kata terakhir “rupiah” karena terganggu oleh bunyi alarm darurat dari HP Sang Presiden. Alarm darurat itu adalah atas perintah Sang Presiden kepada Ajudannya bila ada kejadian-kejadian penting dan darurat yang terjadi pada saat Sang Presiden lagi mengadakan pertemuan namun harus segera diambil tindakan penting. Sang Presiden meraih HP-nya yang terletak di depannya. “Assalamu’alaikum, ada apa “Zero Eleven, ZE?” Tanya Sang Presiden kepada Ajudannya melalui HPnya. Para sahabat yang hadir, saling bertanya dalam pandangan. “Apa tuntutan mereka?” Tanya Sang Presiden lagi kepada Ajudannya. Para sahabat makin gelisah mendengar kata “tuntutan” dalam pembicaraan itu. Dalam hati mereka bertanya-tanya, siapakah yang menuntut dan apa yang dituntut? Terlihat Sang Presiden menyimak tekun suara Ajudannya dari HP-nya. Kemudian Sang Presiden berkata, “Tolong dijaga keamanan mereka, sebentar lagi saya akan keluar menghadapi mereka. Terima kasih, assalamu’alaikum ….” Sang Presiden menutup HP-nya, seraya menatap ke arah sahabat-sahabatnya, “Ada demonstrasi di luar. Keluarlah kalian lebih dulu, nanti saya menyusul. Kita tutup pertemuan kita ini dengan membaca doa Penutup Majelis dan Doa Rabithah!” Dengan khusyu’ Sang Presiden dan par a sahabat membaca do’a penutup majelis dan do’a rabithah. Kemudian para sahabat ke luar menuju ke tempat para demonstran, dengan pertanyaan yang berkecamuk di hati, apakah gerangan tuntutan para demonstran itu? Dan kenapa Sang Presiden tidak memberitahukan kepada mereka?
Sementara para sahabat yang juga menjabat sebagai menteri di kabinet pemerintahan menuju ke tempat di mana para demonstran, Sang Presiden memasuki sebuah ruangan khusus yang terletak di balik toilet ruangan itu. Ruangan Rahasia. Agak tersembunyi memang dan ukurannya juga tidak begitu besar. Hanya ada sebuah meja kerja dan kursinya serta sebuah lemari buku berwarna merah marun kecoklatan berdiri eksklusif di belakang meja kerja itu. Sang Presiden menarik 1 buah buku teks book dari lemari tersebut. Tanpa diduga secara otomatis lemari itu bergerak memutar ke kiri seratus delapan puluh derajat. Terlihat sebuah ruangan rahasia di belakangnya. Sang presiden memasukinya dan berjalan berbelok ke kanan. Mengangkat sebuah lukisan gurun pasir yang indah pada dinding ruangan itu. Ternyata ada sebuah kunci putar rahasia di situ. Sang Presiden memutar kode rahasia. Terbukalah secara otomatis pintu lemari penyimpanan rahasia itu. Ukurannya sebesar 30 cm x 30 cm. Di dalamnya terdapat sebuah kaca mata hitam yang mengambang di tengahnya. Mengapung di atas “sesuatu yang tak kelihatan” pada apa dia berjejak. Sang Presiden mengeluarkan kaca mata hitam itu. Kemudian mengangkat “sesuatu yang tak kelihatan” yang berada di bawah kaca mata tadi. Kemudian dengan bergegas Sang Presiden menggerak-gerakkan kedua tangannya, layaknya gerakan seseorang yang memakai pakaian. Dimasukkannya kembali kaca mata ke dalam lemari penyimpanan tadi. Ditutup dan dikunci. Meletakkan lukisan kembali pada tempatnya. Bergegas menuju balik lemari buku. Memasukkan buku teks book kembali ke tempatnya. Seperti tadi, secara otomatis pula lemari buku memutar ke kanan seratus delapan puluh derajat. Menutup, kembali ke posisi semula. Dan seperti tak ada apa-apa di balik sana selain sekumpulan buku-buku tebal eksklusif. Sang Presiden bergegas menuju ke tempat para demonstran di luar gedung.
***
Sementara itu, di tempat para demonstran menunjukkan aksi. Para sahabat Sang Presiden yang telah lebih dulu ke luar, melihat poster-poster dan spanduk yang dibawa oleh para demonstran. Di sana tertuliskan kata – kata: “Jangan Ganti Presiden!” “Tolak Presiden Baru!” “Kami Cinta Presiden Penolong Rakyat!” “Pertahankan Presiden Pemihak Rakyat!” “Tak perlu ada pilpres lagi, pertahankan!”. Para sahabat Sang Presiden terharu dan memahami mengapa Sang Presiden tidak memberitahukan kepada mereka tadi tentang tuntutan apa yang diminta oleh para demonstran. Ternyata kerendahan hati beliau dan kesantunannya, menyebabkan beliau tak sanggup mengutarakan hal sebenarnya. Kristal-kristal mutiara mengambang jernih dan indah di pelupuk mata para sahabat. Begitulah Sang Presiden. Tak mengherankan, bila semua rakyat mencintainya.
***
Sorak sorai para demonstran gegap gempita penuh riuh menyambut lambaian tangan Sang Presiden yang menuju arena demonstran didampingi oleh ajudan dan para pengawal kepresidenan. Sang Presiden langsung menuju podium. Menatap para demonstran dengan pandangan penuh kasih dan berwibawa, kemudian mengucapkan kata: “Assalamu’alaikum Saudara-saudaraku, Rakyat Indonesia yang saya cintai. Langsung saja. Saya sangat terharu atas permintaan dan keinginan Saudara-saudara sekalian. Namun, hukum dan peraturan yang berlaku di Negara kita adalah bahwa masa jabatan seorang Presiden paling lama adalah dua periode. Dan itu berarti dalam kurun waktu 10 tahun. Dan tahun ini, secara hukum masa jabatan saya akan berakhir.” Gemuruh suara para demonstran menanggapi pidato Sang Presiden, di susul teriakan-teriakan lantang mereka yang susul menyusul memenuhi arena: “Teruskan!” “Jangan Ganti, kami tidak mau!” “Kami cinta Presiden!”
Sang Presiden menghela nafas panjang. Mencoba menentramkan para demonstran, dengan mengangkat kedua tangannya ke atas dan ke bawah. “Saudara-saudara rakyat Indonesia yang saya cintai. Saya dan Saudara harus bersikap kesatria. Seorang kesatria itu, memiliki jiwa pemberani. Gagah berani. Artinya dalam posisi saya, berani maju berani mundur. Dalam posisi Saudara-saudara rakyat Indonesia yang saya cintai, berani menerima berani melepas. Itulah sifat kesatria yang dimiliki oleh seorang prajurit dan perwira. Dan kita ini semua adalah prajurit-prajurit dan perwira-perwira bangsa ini. Prajurit-prajurit dan perwira-perwira bangsa ini, haruslah kesatria! Oleh karena itu, Saudara-saudaraku rakyat Indonesia yang saya cintai, berani menerima saya, maka beranilah melepas saya! Inilah sikap kesatria-kesatria Indonesia!” Sang Presiden berkata penuh wibawa dan kharisma. Begitulah Sang Presiden di mata para sahabatnya. Halus dan lembut, tapi tegas dan berwibawa. Tak tergoda dengan tawaran menggiurkan keduniaan. Hidupnya dan gelombang pemikirannya dia persembahkan dan pertanggungjawabkan kepada Sang Pencipta Yang Maha Agung. Betapa para sahabat sangat memahami watak Sang Presiden dan itulah yang menyebabkan mereka sangat mencintai beliau. Sang Presiden selalu bisa memegang kendali situasi dengan untaian pita kata sutra keemasan. Membuat semua orang yang mendengar merasakan kemilau kekaguman, patuh dan tunduk. Contohnya saja, para demonstran yang tadinya begitu gegap gempita, kini terdiam dan terpana. Seolah tersadar mendengar untaian kata-kata didikan yang disampaikan Sang Presiden. Tak seuntai katapun terucap dari celah bibir mereka. Seolah mereka tersadar dan merasa tersalah dengan tuntutan yang mereka gaungkan.
Sang Presiden menatap mereka dengan tatapan luas dan melebar. Matanya memancarkan bias-bias cahaya pemahaman dan memaklumi watak dan jiwa manusia. Gelombang kasih dan cinta menyelip indah dalam pancaran matanya. Berbinar dan menari bahagia, menyadari rakyatnya masih bisa disentuh dengan kata-kata bijak. Inilah yang membahagiakannya. Tak percuma dia membuat sebuah program “Sentuhan Mingguan Sang Presiden” di seluruh siaran televisi menjelang waktu shalat Maghrib pada setiap hari Minggu. Acara tersebut dapat diliput di seluruh wilayah tanah air. Pada kesempatan itulah beliau selalu menyampaikan kata-kata didikan yang penuh bijak kepada seluruh rakyat Indonesia. Sang Presiden yang sempurna! Selalu memikirkan apa yang terbaik bagi bangsa ini. Berbahagianya rakyat ini, memiliki seorang Presiden yang seperti beliau.
Sang Presiden ingin mengucapkan kata-kata lagi. Bibirnya mulai bergerak, “Sauda…” Tapi tiba-tiba sebuah benda kecil hitam melesat cepat kearah Sang Presiden dan terpental keras dari pijakan pipi kiri Sang Presiden. Membalik ke arah para demonstran. Di susul dengan sebuah teriakan histeris dari seorang demonstran putri disusul histeris-histeris yang lain dari putri-putri yang berdiri barisan terdepan demonstrasi tersebut. Begitu cepatnya kejadian itu. Sang Presiden, ajudan dan para pengawal kepresidenan serta para sahabat terkejut dan tak sempat berpikir. Dari kejauhan Sang Presiden melihat seorang demonstran putri berjilbab putih telah bermandikan darah yang mengucur dari pelipis kanannya. Sejenak dia berpikir keras dan serta merta beliau berbisik kepada ajudannya. Kemudian sang ajudan berbisik kepada Kepala Pengawal Kepresidenan. Secepat kilat Kepala Pengawal berbisik kepada bawahannya. Estafet. Kelihatan mereka bergerak cepat. Selanjutnya, Sang Presiden, Ajudan dan Kepala Pengawal meninggalkan podium, bergegas menuju gedung Istana Kepresidenan. Mereka memasuki ruang rapat mini. Sang Presiden duduk di ujung kursi utama dari sebuah meja ellips, yang biasa dipakai untuk pertemuan. Disusul ajudan di sebelah kanannya dan Kepala Pengawal Kepresidenan di sebelah kiri. “Dari pengamatan kalian tadi, apa yang telah terjadi ketika saya memberikan pidato yang hanya beberapa menit dan terputus tadi?” Sang Presiden langsung membuka pertemuan darurat itu dengan pertanyaan. “Bapak Presiden yang kami hormati, ada sebuah benda kecil hitam melesat cepat ke arah pipi kiri Bapak Presiden –dan diduga itu adalah sebuah peluru- kemudian memantul kembali dan nyasar menuju sasaran tak terduga. Kesimpulannya, ada yang ingin membunuh Bapak Presiden!” Jawab Kepala Pengawal Kepresidenan singkat dan padat. Sang presiden mengangguk-angguk karena memang itulah yang diduganya sedari awal saat kejadian itu terjadi. Kemudian beliau menatap ke arah ajudannya, me nanti jawaban. “Bapak Presiden yang kami hormati, pengamatan saya sama dengan yang disampaikan oleh Saudara Kepala Pengawal Kepresidenan!” Jawab sang ajudan. Sang Presiden mengangguk-angguk lagi. Terlihat dia berpikir keras. Lalu menatap serius ke arah Kepala Pengawal Kepresidenan. “Saya ingin, pelakunya dapat segera ditangkap dan diselidiki apa motif dia melakukan semua ini? Apakah strategi gerak cepat yang saya perintahkan tadi sudah dilaksanakan dengan baik?” Tanya Sang Presiden. “Seperti yang Bapak Presiden perintahkan sudah kami laksanakan, seluruh Pasukan Keamanan telah saya perintahkan untuk menutup seluruh lokasi dengan pagar betis, jangan ada yang boleh keluar dari lokasi sebelum ada pemeriksaan dan kemudian menangkap siapa pun orang yang menimbulkan gerak-gerik yang mencurigakan. Dan secepatnya melapor. Demikian Bapak Presiden.” Jawab Kepala Pengawal Kepresidenan. “Baiklah kalau begitu, saya tunggu kabar dalam tempo 2 jam terhitung dari sekarang. Lebih cepat lebih baik. Pertemuan ini kita tutup. Laksanakan tugas kalian masing-masing!” Perintah Sang Presiden seraya berdiri dan mempersilakan mereka meninggalkan tempat. Sang Ajudan dan Kepala Pengawal Kepresidenan membungkuk sedikit ke arah Sang Presiden untuk meninggalkan ruangan pertemuan. Dalam hati mereka berkecamuk tanya dan jawab. Siapakah yang ingin membunuh Sang Presiden yang mulia ini? Dari pihak manakah? Kenapa peluru itu terpental kembali? Apakah karena hakikat kemuliaan akhlaq dan ibadahnya yang melindungi dirinya? Seperti cerita-cerita para sufi yang menyimpan karomah? Sejuta tanya dan jawab bermain-main petak umpet di pikiran kedua staff Sang Presiden. Mereka bergegas menuju ke arena tugas masing-masing. Sang ajudan menunggu di ruang tamu istana. Dan Kepala Pengawal menuju arena dimana para demonstran sedang histeris ketakutan penuh hirup pikuk dan berantakan. Angin sore yang biasanya lembut dan bersahabat di halaman Istana Kepresidenan di Cikeas Bogor ini, kini tak nyaman lagi. Tugas berat sedang diembannya. Di sinilah diuji ketangkasan dan kecerdikannya dalam menangani masalah darurat dan tak terduga. Dia harus bergerak cepat dan berpikir cemerlang. Dan harus berhasil memecahkan persoalan ini. Harus!
***
Sementara itu, di kelompok para demonstran terjadi kegaduhan disertai jeritan histeris karena melihat temannya bersimbah darah dan digotong oleh beberapa orang menuju ke arah mobil Ambulance yang terletak di ujung kanan arena untuk mendapatkan pertolongan pertama demi keselamatan jiwanya. Selain itu, hal yang lebih mencekam dan memporak porandakan barisan adalah ratusan satuan pengamanan khusus memblokade di sekeliling barisan dengan membentuk pagar betis yang tak tertembuskan. Juga Tim Pengamanan Terbuka dan Tertutup, menyisir barisan para demonstran dan menangkapi personil-personil yang mencurigakan. Tahulah mereka bahwa telah ada penyusup.
Mengantisipasi hal tersebut, Korlap Demonstran memberikan aba-aba kepada massanya untuk saling bergandengan tangan dengan teman di sebelahnya dan menanyakan siapa nama dan dari kelompok mana. Bila ada identitas yang tak dikenal dan tak terdaftar, harus segera dilaporkan kepada petugas. Itulah yang diingat oleh Sang Korlap. Strategi pengamanan kelompok dari penyusup dari pihak musuh. Strategi ini pernah dilaksanakan oleh pihak musuh pada peperangan di zaman Rasulullah SAW, ketika Yang Mulia Rasulullah mengutus seorang Sahabat di malam gelap gulita yang dinginnya sampai menusuk ke tulang sum-sum, namun Sahabat tersebut berhasil mengelabui pihak musuh dan dia tidak tertangkap. Langkah strategi inilah yang ditiru oleh Sang Korlap. Menggunakan strategi musuh Rasulullah SAW. Hal ini berhasil membantu aparat keamanan dalam penyisiran karena para demonstran cepat tanggap membaca situasi dan mengambil tindakan sesuai komando dan aba-aba dari Sang Korlap.
***
Di ruang pertemuan Istana Kepresidenan, setelah Ajudan dan Kepala Pengawal Kepresidenan berangkat melaksanakan tugas yang diperintahkan, Sang Presiden bergegas cepat menuju ke Ruangan Rahasia. Mengambil sebuah teks book dari lemari buku. Mengangkat lukisan. Memutar kunci rahasia. Terbukalah lemari penyimpanan. Sang Presiden mengambil kaca mata hitam yang terletak di dalamnya. Dan sejenak dia menggerak-gerakkan kedua tangannya, seolah-olah sedang melepaskan pakaiannya. Diletakkannya “sesuatu yang tak kelihatan” di atas lantai yang dilapisi ambal indah buatan Iran. Digantungkannya tangkai kaca mata hitam tadi di atas kedua daun telinganya dan bertengger indah di atas hidungnya. Diamatinya “sesuatu yang tak kelihatan” yang diletakkannya di atas lantai berlapis ambal tadi. Terlihatlah sebuah baju mantel silver yang seolah terbuat dari bahan halus dan mahal. Sang Presiden tahu bahwa bahan halus dan mahal itu terdiri dari campuran baja dan pelindung anti peluru sekaliber apa pun. Ini adalah sebuah hadiah yang diberikan seorang sahabat seperguruan spiritualnya di Timur Tengah, “Akh X”. Persahabatan mereka sangat dekat. Dialah orang yang pertama sekali diberitahukannya ketika dia berniat memimpin negeri ini. Dan “Akh X” inilah yang terus menyemangatinya agar berani maju dan bersaing dengan rival-rival yang berkompeten. Keinginannya semata-mata adalah demi perbaikan negeri ini dan tegaknya kalimah Sang Pencipta di muka bumi ini. Yang rahmatnya akan menjamah seluruh dimensi suku, ras dan agama. Yang akan memberikan pencerahan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Itulah cita-citanya sebagai seorang Presiden. Tidak muluk-muluk, namun dia telah mempersiapkan program kerjanya jauh-jauh hari sebelum dia menjadi Sang Presiden.
Enam bulan setelah pelantikannya -pertama kali sepuluh tahun yang lalu- “Akh X” mengirimkan sebuah hadiah kepadanya. Dikirim jauh dari Timur Tengah. Beberapa hari sebelum dikirimkannya hadiah itu, dia telah menerima sms dari sahabat lintas negaranya itu yang berisi pesan: “Jangan dibuka, kecuali sendiri”. Dia mengerti isi pesan sahabatnya itu. Makanya dia membuka sendiri bingkisan itu di ruang kerjanya. Ketika membuka bungkusan itu, dia hanya melihat sebuah kaca mata hitam yang mengambang di atas “sesuatu yang tak kelihatan”. Dalam hatinya, mengapa hanya karena sebuah kaca mata hitam ini dia harus membukanya sendirian. Apa rahasianya? Dia tak mengerti. Tapi di atas selembar kertas yang terlampir di situ tertulis dalam sebuah tulisan bahasa Arab yang artinya: ”Pakailah kaca mata hitam itu, Saudaraku”. Dengan patuh dia memakainya. Tahulah dia akhirnya bahwa “sesuatu yang tak kelihatan” itu adalah sebuah baju mantel hujan bertopi, berwarna silver, halus dan mahal. Lembut sekali bahannya. Dia kembangkan dengan kedua tangannya. Diperiksanya kedua saku baju mantel itu satu persatu. Pada saku sebelah kanan dia mendapati sepucuk surat dari bahan yang sama. Yang kalau dilihat dengan mata telanjang, tidak akan kelihatan. Dibacanya. “Saudaraku yang kucintai karena Allah. Selamat atas dilantiknya engkau menjadi Presiden. Aku tahu tugasmu berat dan mulia karena cita-citamu sangat agung. Dalam dunia ini, dimana ada Muhammad, di situ akan ada Abu Jahal. Artinya, ada yang baik, yang akan mendukungmu. Ada yang jahat, yang tidak mendukungmu. Yang akan membencimu sampai ke sum-sum tulangnya. Oleh karena itu, sejak kau bercita-cita menjadi seorang Presiden, aku telah merancang baju mantel ini untuk perlindunganmu. Ini terbuat dari bahan baja dan anti peluru. Baik peluru tercanggih sekalipun, tak akan mampu menembusnya. Dan takkan terdeteksi oleh alat apa pun di dunia ini. Karena aku telah melindunginya dengan bahan umum biasa dan tak mencurigakan. Alhamdulillah, Allah memberiku ilmu tentang hal ini dan harta yang banyak kepadaku, Saudaraku. Simpanlah baju mantel ini di sebuah tempat yang tersembunyi. Dan jangan beritahu siapa pun. Sekalipun orang kepercayaanmu. Pakailah setiap kali kau mengadakan acara-acara di muka umum, yang di situ segala macam watak dan karakter manusia hadir di sana. Itulah untuk pengamananmu. Selamat berjuang, Saudaraku. Ttd. Akh X”.
Itulah surat rahasia dari “Akh X”, yang akhirnya dirancanglah Ruangan Rahasia ini untuk tempat penyimpanannya. Yang tak seorang pun mengetahuinya karena seluruh rancangan dan pekerjanya didatangkan oleh “Akh X” dari Timur Tengah. Dari seorang sahabat, untuk Sang Presiden. Karena dia punya cita-cita mulia dan rahmatan lil’alamin. Sehingga tak seorang pun mengetahui hal ini, kecuali Sang Presiden sendiri. Betapa matangnya perencanaan sahabatnya itu. Dan hari ini, apa yang dikhawatirkan sahabatnya itu telah terjadi. Dipandangnya tajam bagian atas baju mantel silver itu. Bentuk topi ninja yang menyatu dengan baju mantelnya. Pada bagian pipi sebelah kiri topi itu ada sedikit goresan tipis retak-retak. Hantaman keras sebuah peluru, tapi tak sampai menembus topi.
Dia harus segera memberitahukan kejadian ini kepada “Akh X”. Hal yang dikhawatirkan sahabatnya itu telah menimpa dirinya. Namun, saat ini juga dia sedang menunggu berita dari Kepala Pengawalnya yang telah menggerakkan seluruh komponen Pengamanan Terbuka dan Tertutup yang terdiri dari pihak Polri, TNI AD, TNI AL, TNI AU dan BIN untuk bergerak cepat menangkap siapa pelaku dan otak dari “penembakan gagal” dirinya.
***
Di ruang keluarga Istana Kepresidenan, tujuh hari kemudian setelah insiden “penembakan gagal” Sang Presiden tersebut. Sang Presiden dan keluarga sedang berkumpul menyaksikan berita televisi. Semua stasiun siaran televisi Indonesia, meliput berita tentang pelaku “penembakan gagal” Sang Presiden dan latar belakang terjadinya penembakan tersebut. Laporan seorang penyiar televisi “Zero-zero Seven” yang saat itu sedang ditonton keluarga Sang Presiden, menyampaikan: ”Saudara-saudara pemirsa televisi “Zero-zero Seven” yang setia, berikut kami sampaikan secara singkat hasil inti dari penelusuran dan penyidikan kru televisi kami dalam kasus “penembakan gagal” Sang Presiden. Antara lain, dua jam setelah terjadinya insiden “penembakan gagal” Sang Presiden, telah ditangkap pelaku-pelaku yang mencurigakan. Para pelaku ini berhasil ditangkap setelah dilakukan penyisiran pada barisan para demonstran. Juga adanya kerjasama yang baik antara Aparat Keamanan Terbuka dan Tertutup dengan Korlap demonstran. Selanjutnya, dalam tempo tujuh kali dua puluh empat jam, hasil kerja keras seluruh aparat keamanan yang terdiri dari Satuan Pengawal Presiden, Polri, TNI AD, TNI AL, TNI AU dan BIN berhasil mengungkapkan siapa otak dari “penembakan gagal” ini. Ada dua orang sebagai otak dari penembakan ini, yaitu : Satu, Mantan Menteri Pengurusan dan Kesejahteraan Tenaga Kerja dengan motif sakit hati telah dipecat pada tahun ketiga pertama pemerintahan Sang Presiden karena tidak menjalankan tugas dengan baik dan menimbulkan korban nyawa pada TKI. Saudara pasti ingat pada kasus tujuh tahun yang lalu. Menteri ini dipecat karena lalai dan tidak menolong puluhan TKI yang berada di Negara “Eksis” yang terkena wabah penyakit menular. Padahal, program Jamsostek untuk TKI kita waktu itu telah disyahkan untuk dijalankan pada tahun kedua pemerintahan Sang Presiden. Jadi Menteri yang bersangkutan tidak menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga memakan korban jiwa puluhan TKI. Padahal, para TKI telah melapor dan memohon bantuan kepadanya, namun tak segera diambil tindakan. Kedua, Menteri Kekayaan Bumi yang dipecat pada tahun keempat pertama dari pemerintahan Sang Presiden. Menteri ini dipecat karena terkait kasus penjualan Kekayaan material Bumi Indonesia secara illegal untuk memperkaya diri sendiri kepada Negara lain. Sehingga rakyat Indonesia sendiri yang memerlukan material tersebut mengalami kekurangan pasokan yang besar sehingga hampir menimbulkan revolusi rakyat. Hal ini menyebabkan kerugian yang besar bagi Negara. Demikianlah kami sampaikan otak pelaku “penembakan gagal” Sang Presiden. Saya, Aisyah Quthb serta kru teknisi lainnya undur diri dari hadapan Saudara. Terima kasih!”

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/04/19901/sang-presiden/#ixzz1sgC8ix2c

memahami dan berkompromi dengan perasaan perempuan

Dunia memang penuh dengan anomali kehidupan yang terkadang sulit
dipahami oleh akal. Salah satunya adalah PERASAAN PEREMPUAN.
Perasaan perempuan itu seperti apa sih?
Lembut, keras, tegas, ragu-ragu, dan berbagai rupa rasa lainnya.
Perasaan peremuan inilah yang menjadi misteri sepanjang zaman.
Sesama perempuan saja kadang-kadang saling sebal karena sangat
sulit memahami perasaan perempuan lainnya. Pertengkaran sering
terjadi hanya karena masalah sepele. Laki-laki pun tidak kalah
bingungnya bila sudah menyangkut masalah perasaan perempuan.
Perempuan begitu memperhatikan hal detil. Ada yang salah sedikit
dengan alisnya atau sepatunya, atau kulitnya menjadi sedikit belang
setelah berenang, dia bisa terus khawatir dan ngomel seharian.
Padahal, bila ditanya pada laki-laki, apakah mereka memperhatikan
apa yang sering diperhatikan perempuan bila ingin menarik perhatian
laki-laki? Apa jawab mereka? Ternyata laki-laki tidak terlalu
perhatian dengan hal yang selama ini menjadi perhatian perempuan. :-)
Satu lagi, perempuan suka pamer. Perasaannya akan berbunga-bunga
beraneka warna kalau sudah dipuja-puji. Oleh karena itu, pakaian
seksi yang terbuka di sana sini pun dipakai demi meraih setitik
pujian. Padahal, banyak laki-laki justru penasaran kalau melihat
wanita manis tapi berbalut pakaian yang tertutup.
Ken Arok bisa tergila-gila dengan Ken Dedes, bukan karena Ken Dedes
berpakaian maha seksi, tapi hanya karena melihat betis Ken Dedes
'sekilas' tertiup angin. Bayangkan, hanya sekilas saja sudah bisa
membuat Ken Arok melakukan begitu banyak hal demi mendapatkan Ken
Dedes. Sementara Ken Dedes bukanlah seorang perawan ketika itu. Dia
adalah istri Tunggul Ametung, dan sedang mengandung anak Tunggul
Ametung.
Perempuan oh perempuan... mereka memang spesial :-)
Banyak laki-laki sering bertanya "Tidak mengerti saya apa maunya,
jadi saya harus gimana?"

Nih, saya kasih tips, bagaimana cara memahami dan berkompromi
dengan perasaan perempuan:

  1. Perempuan suka didengarkan. Jadi kalau dia sedang marah,
    dengarkan saja. Kalau diladeni, tujuh hari tujuh malam, dia tahan
    bertengkar!
  2. Perempuan suka dilembuti. Jangan pernah sekali-kali kasar pada
    perempuan karena perempuan bisa menjadi lebih kasar.
  3. Perempuan suka diberi kejutan-kejutan kecil. Tidak harus memberi
    emas berlian pada sang istri, cukup kecupan mesra di kening tapi
    penuh cinta nan lembut.
  4. Sentuhlah perempuan dengan kasih yang sesungguhnya. Kasih ini
    akan membuat perempuan memberikan cinta yang lebih.
  5. Berikan perhatian setiap saat. Ketika tidur pun sebenarnya
    perempuan ingin diperhatikan. Ketersipuannya menandakan rasa
    senangnya diperhatikan.
  6. Kirim selalu kata-kata mesra nan menggoda. Walau kata-kata
    cinta terasa biasa, tidak bagi perempuan. Kata-kata "Aku kangen
    kamu sayang
    ", atau "Sehari tanpa mendengar suaramu, aku bisa gila",
    atau "Hanya kamu yang membuatku tergila-gila", sudah cukup membuat
    hati perempuan melambung ke langit tuju. Menggetarkan relung-relung
    hati dan jiwanya.
Perempuan memang unik dan special. Sayangi dia, dan Anda akan
mendapatkan ribuan kali lipat cintanya. :-)

Selamat Hari Kartini!

Maret 06, 2012

I can't Stop Loving You

Rabb, nafas demi nafas yang kuhirup tiada harga, Kau berikan padaku dengan cinta.
Rabb, nikmat demi nikmat dunia Kau silih pergantikan, selalu saja namun Kau tak pernah mengazabku secara langsung kala ku lupa bersyukur.
Rabb, ujian demi ujian bagiku, setelah kucermati, tak pernah melebihi derita dakwah NabiMu, yang diejek dan ditertawakan dalam amal. Aku menjadi malu kalau tak mampu sabar seperti khalil-Mu.
Rabb, kutahu dalam ketidaksempurnaan ini, Kau selalu mencintaiku.
Rabb, kala hujan kau masih memberiku keteduhan dalam rumah, kala panas pun begitu.
Rabb, seperti surat cinta-Mu yang tak pernah diduakan (al-Qur’an) kau ceritakan tentang sinergi langit dan bumi-Mu. Kalau langit menurunkan hujan, bumi tumbuh subur, terus saja begitu.
Rabb, kalau aku boleh berbisik pada-Mu, kuingin setiap nikmat yang Kau hujani padaku, aku sambut layaknya bumi dengan menyuburkan lagi amal-amalku.
Rabb, sepanjang perjalanan kulihat lagi ciptaan-Mu, semakin kulihat seperti Kau sampaikan dalam surat cinta-Mu, semakin kulihat, tak mampu kudapatkan kecacatan. Hijaunya daun, ukurannya yang variatif, sungguh menawan.
Rabb, kala Kau menyampaikan ketika aku berjalan menuju-Mu, lalu Kau datang padaku dengan berlari, aku semakin tak sanggup menahan air yang menggenang di kedua mata yang sering lalai ini, tumpah ruah, aku malu dengan kecepatan-Mu menghampiriku.
Rabb, aku tak bisa berhenti mencintai-Mu, kuharap akan lahir taat, tadhiyah, khauf hanya untuk-Mu.
Rabb, boleh kan aku utarakan lagi dalam ketidaksempurnaan aku yang dhaif ini,
Rabb, aku tak bisa berhenti mencintai-Mu.

Nabi Yusuf Alaihissalam dan Kebangkitan Mesir

Di antara sunnatullah (hukum Allah) adalah bahwa Allah Ta’ala memberikan cobaan kepada pengemban dakwah sebelum menjadikannya berkuasa di muka bumi. Inilah sunnatullah yang tidak akan berubah seperti yang diterangkan dalam firman Allah Ta’ala, (Demikianlah) hukum Allah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu.(QS. Al-Fath: 23).
Adalah Nabi Yusuf Alaihissalam salah seorang pengemban dakwah itu. Dia pernah digoda dan dirayu oleh seorang istri penguasa di zamannya dengan perhiasan dan keindahan parasnya. Peristiwa ini disebutkan dalam firman Allah Ta’ala, Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, “Marilah mendekat kepadaku.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang yang zhalim itu tidak akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23)
Sungguh Allah Ta’ala telah menyelamatkannya dari perbuatan haram dan perzinaan. Lazim diketahui bahwa di usia muda, naluri seksual seseorang masih menggebu-gebu. Naluri ini merupakan makhluk buta yang tidak dapat melihat, makhluk tuli yang tidak bisa mendengar, makhluk bisu yang tidak bisa berbicara, naluri yang mendesak empunya untuk menyalurkannya dengan melakukan kemaksiatan dan dosa. Hal yang sama juga dirasakan Nabi Yusuf Alaihissalam, meskipun dia masih muda dan berada jauh dari pantauan orang-orang, meskipun dia hanya berdua dengan istri penguasa itu, akan tetapi dia lebih memilih untuk berpegang teguh dengan tali agama Allah sehingga Allah pun menjaga kehormatannya. Allah Ta’ala berfirman tentang perkataan istri penguasa tersebut, Dan sungguh, aku telah menggoda untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak (QS. Yusuf: 32). Penyebab Yusuf Alaihissalam terhindar dari kemaksiatan adalah seperti yang diterangkan Allah Ta’ala dalam firman-Nya, Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih. (QS. Yusuf: 24). Sungguh, siapa saja yang mengingat Allah Ta’ala di waktu lapang Allah akan mengingatnya di waktu sempit.
Yusuf Alaihissalam lebih memilih ujian dalam urusan dunia dari pada diuji dalam urusan agama, sehingga dia pun mau mendekam di penjara walau dalam keadaan terzhalimi, sebab dia merasa bahwa dirinya hampir jatuh ke dalam jurang perzinaan dan kenistaan. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “Tidaklah sempurna keimanan seseorang yang sedang berbuat zina.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Cobaan yang dilalui oleh Nabi Yusuf Alaihissalam sangat berat. Dia dijebloskan ke dalam penjara karena perbuatan yang tidak pernah dia lakukan sama sekali. Dia menerima semuanya dengan hati yang tenang dan menyerahkannya kepada Allah Ta’ala; sebab dia yakin bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi di dunia ini melainkan atas izin dan kehendak Allah Ta’ala. Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman, Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh. Maka Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai waktu tertentu. (QS. Yusuf: 33-35).
Yusuf Alaihissalam telah berhasil melalui berbagai cobaan yang berat, sehingga dia menjadi salah seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di negeri Mesir kala itu. Imam Syafi’i pernah ditanya, “Manakah yang lebih dahulu antara diuji atau mempunyai kedudukan?” Dia berkata, “Tidak ada seorang pun yang mempunyai kedudukan sebelum diuji terlebih dahulu.”
Yusuf Alaihissalam Seorang Dai yang Dipenjara
Meskipun dijebloskan ke dalam penjara karena fitnah yang dilontarkan seorang istri penguasa kepadanya, Yusuf Alaihissalam tetap berdakwah dan menyampaikan nasihat kepada orang lain yang berada di penjara bersamanya. Hal ini tergambar dalam firman Allah Ta’ala, Dan bersama dia masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara… (QS. Yusuf: 36).
Setelah beberapa lama berinteraksi dengan Yusuf Alaihissalam, kedua pemuda itu dapat mengenal kepribadian dan budi pekertinya yang baik di samping ketakwaan dan keshalihannya. Oleh karena itu, ketika dua pemuda tersebut bermimpi maka mereka pun berkata kepada Nabi Yusuf Alaihissalam, Berikanlah kepada kami takwilnya. Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang yang berbuat baik. (QS. Yusuf: 36). Karakter dai sejati akan selalu terlihat kapan pun dan di manapun dia berada. Aqidah yang bersih, ibadah yang benar dan budi pekerti yang baik akan senantiasa terpatri dalam dirinya setiap saat, bahkan ketika berada dalam penjara dan mengalami kesulitan di dalam hidupnya.
Yusuf Alaihissalam membuktikan kenabiannya kepada mereka dengan takwil mimpi. Dia dapat mengetahui makanan apa pun yang akan diberikan sebelum sampai kepada mereka berdua. Ini adalah pengetahuan tentang sesuatu yang gaib. Tidak ada seorang pun yang mengetahui hal-hal yang gaib selain Allah dan orang-orang diberitahu Allah di antara para Nabi dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman, Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya. (QS. Al-Jinn: 27).
Sifat rendah hati Yusuf Alaihissalam terlihat oleh teman-temannya di penjara ketika menyandarkan ilmu yang diketahuinya kepada Pemiliknya yang hakiki, yakni Allah Ta’ala dengan mengatakan, Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan kepadaku. (QS. Yusuf: 37). Ini adalah salah satu metode Nabi Yusuf Alaihissalam dalam mengajak mereka untuk beriman kepada Allah dan mengesakan-Nya. Dialah Allah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi.
Salah satu bentuk pengaplikasian tauhid di dalam kehidupan sehari-hari adalah sikap loyalitas dan anti loyalitas yang dapat dilakukan dengan mengingkari perbuatan syirik dan penyembahan terhadap berhala. Yusuf Alaihissalam telah menyatakannya secara eksplisit kepada kaumnya dan mengajak mereka untuk beriman kepada Allah Ta’ala dengan menuturkan, Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka tidak percaya kepada hari akhirat. (QS. Yusuf: 37).
Nabi Yusuf Alaihissalam mengikuti metode dakwah para pendahulunya dari Nabi dan Rasul yang telah diutus kepada kaumnya masing-masing. Dia bukan orang yang melakukan perbuatan bid’ah dalam kenabian dan urusan agama, namun dia adalah pengikut setia agama yang benar. Allah Ta’ala menerangkan perkataan Nabi Yusuf Alaihissalam dalam firman-Nya, Dan aku mengikuti agama nenek moyangku: Ibrahim, Ishaq dan Yaqub. Tidak pantas bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. (QS. Yusuf: 38). Nabi Yusuf Alaihissalam pun menyandarkan semua nikmat yang diterimanya kepada Allah semata dengan menyatakan, “Itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya); tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (QS. Yusuf: 38)
Setelah itu, Yusuf Alaihissalam berdialektika dengan teman-temannya di penjara mengenai tuhan-tuhan yang selama ini mereka sembah. Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Mahaesa, Maha perkasa? (QS. Yusuf: 39). Allah adalah Tuhan yang sebenarnya dan apa saja yang diseru selain Allah adalah batil. Sebab, tuhan-tuhan yang disembah kaumnya dibuat oleh tangan-tangan mereka sendiri dan mereka pula yang memberinya nama. Sesembahan yang mereka anggap sebagai Tuhan itu tidak dapat mendatangkan manfaat dan menolak bahaya untuk dirinya apalagi untuk orang lain.
Yusuf pun menyoroti masalah urgen dalam hal mengesakan Allah yaitu masalah hukum dan pemerintahan. Hal ini harus dijalankan sesuai dengan rambu-rambu yang telah diatur oleh Allah Ta’ala, dan tidak boleh dipersembahkan untuk Tuhan selain Allah atau pun manusia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua ibadah harus diniatkan hanya untuk Allah.
Yusuf Berperan Sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan dan Pertanian
Kisah Yusuf Alaihissalam yang berperan sebagai menteri perencanaan pembangunan dan pertanian dimulai ketika dia menafsirkan mimpi raja. Yusuf Alaihissalam adalah salah seorang Nabi yang dikaruniai Allah Ta’ala kemampuan menafsirkan mimpi di masanya. Pada saat menjalani hukum di penjara dia harus menafsirkan mimpi orang yang memusuhinya yakni raja Mesir pada zaman itu. Yusuf Alaihissalam tetap menyebutkan tafsir mimpi yang benar dan memberi saran yang baik kepada sang raja tanpa mengharapkan imbalan moril maupun materiil. Allah Ta’ala berfirman, Dan raja berkata (kepada para pemuka kaumnya), “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering. Wahai orang yang terkemuka! Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpi.” (QS. Yusuf: 47)
Pada saat itu tidak seorang pun yang mampu menakwilkan mimpi tersebut dan para pejabat kerajaan mengatakan, “Itu adalah mimpi-mimpi yang kosong.” Salah seorang teman Yusuf yang pernah berada di penjara bersamanya meminta kepada raja untuk memberitahukan mimpi yang dialaminya itu kepada Yusuf; karena dia pernah menakwilkan mimpi yang alaminya.
Setelah mendengarkan pemaparan utusan raja, Yusuf menyusun strategi jitu dalam jangka 15 tahun untuk menyelamatkan negara dari bencana kelaparan. Seperti ditafsirkan, bahwa akan datang musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga diperlukan strategi agar rakyat Mesir mempunyai cadangan pangan yang cukup. Allah Ta’ala berfirman, Dia (Yusuf) berkata, “Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan. (QS. Yusuf: 47).
Masyarakat dihimbau untuk mengkonsumsi makanan secukupnya agar dapat menyisakannya sedikit untuk masa paceklik dan krisis bahan pangan. Allah Ta’ala berfirman, Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan. (QS. Yusuf: 48).
Di masa paceklik dan krisis bahan pangan rakyat akan bergantung kepada cadangan pangan yang mereka miliki. Jika orang-orang tidak memiliki persediaan makanan yang cukup maka apa yang harus mereka lakukan dalam situasi yang sulit ini? Tidak diragukan lagi mereka harus berutang kepada orang lain. Seperti yang dikatakan pepatah, utang membuat gelisah di malam hari dan membuat malu diri sendiri di hadapan orang lain pada siang hari.
Setelah masa sempit datanglah masa kejayaan, dan setelah kegelapan terbitlah fajar. Itulah tahun ke-15 seperti yang ditakwilkan oleh Nabi Yusuf Alaihissalam. Pada masa itu hujan turun membasahi bumi yang membuatnya hijau dan tanaman pun tumbuh di mana-mana, sehingga banyaklah pohon yang berbuah dan dapat dipetik manusia dengan mudah. Allah Ta’ala berfirman, Setelah itu akan datang tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur). (QS. Yusuf: 49).
Demikianlah yang ditafsirkan oleh Yusuf Alaihissalam. Dia pernah diminta untuk pergi menemui raja, namun dia menolak sampai dibuktikan bahwa dia benar-benar tidak bersalah terkait fitnah yang dialamatkan kepada dirinya. Dia berharap pengadilan bersedia membuka kembali berkas kasusnya dan membuktikan siapa sebenarnya yang bersalah sehingga pengadilan merehabilitasi namanya. Dan memang benar, Yusuf Alaihissalam tidak bersalah sama sekali, dia berada di pihak yang benar. Kebenarannya ibarat sinar matahari pada siang hari, cahaya bulan di malam hari dan cahaya fajar di waktu subuh. Istri penguasa yang memfitnahnya mengakui kesalahannya. Wanita itu bersaksi bahwa dialah yang melakukan konspirasi terhadap Yusuf Alaihissalam. Kesaksiannya diperkuat oleh perempuan-perempuan yang melukai tangannya sendiri dengan pisau tanpa sadar ketika melihat Yusuf Alaihissalam menemui mereka. Yusuf Alaihissalam pun keluar dari penjara dalam keadaan terhormat menuju istana raja. Allah Ta’ala berfirman, Istri Al-Aziz berkata, “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar. (QS. Yusuf: 51).
Yusuf Alaihissalam seorang pesakitan yang dulunya berada di penjara dan sekarang diangkat menjadi seorang menteri. Tidak ada keraguan bahwasanya seseorang tidak disyariatkan untuk menggangap dirinya suci dan tidak pula meminta-minta jabatan. Namun apabila tidak seorang pun yang kapabel dalam sebuah jabatan maka dia harus berada di garis terdepan untuk memangkunya. Sebab, dia adalah Nabi yang selalu menerima wahyu dari Allah, sehingga dia tidak takut dihinggapi rasa sombong dan takabur. Allah Ta’ala berfirman, Dia (Yusuf) berkata, “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan. (QS. Yusuf: 51). Sifat amanah sangat ditekankan bagi para pemangku jabatan seperti menteri. Sebab, harta kekayaan negara berada di bawah kekuasaannya, dialah yang mendistribusikannya tanpa ada pihak mengawasinya. Sehingga seorang menteri atau bendaharawan harus mempunyai kredibilitas yang tinggi. Karakter pribadi Yusuf inilah yang mengantarkannya kepada kedudukan yang mulia, oleh karena itu sifatnya sebagai seorang yang pandai menjaga amanah disebutkan sebelum sifatnya sebagai orang yang berpengetahuan seperti yang digambarkan ayat di atas.
Dalam firman Allah Ta’ala di atas juga dapat kita pahami bahwa semua kekayaan negeri Mesir sangat cukup untuk penduduknya jika dikelola oleh seorang pemimpin yang amanah dalam tugasnya, mampu memberdayakan potensi yang ada di negeri ini, sanggup mengerahkan seluruh kemampuannya, dan bisa menciptakan inovasi-inovasi yang hebat.
Kisah Yusuf Alaihissalam ini berakhir bahagia karena Allah Ta’ala menganugerahkan kedudukan kepadanya di negeri Mesir. Tidak ada yang terjadi di dunia ini kecuali atas kehendak Allah Ta’ala. Inilah petunjuk Allah kepada Nabi Yusuf Alaihissalam. Peran Yusuf Alaihissalam hanyalah menjalankan tugasnya secara profesional dan proporsional, sementara pahala hanya berasal dari Allah semata bukan dari manusia. Allah Ta’ala berfirman, Kami melimpahkan rahmat kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. (QS. Yusuf: 56)
Hanya kepada Allah kita memohon agar menjadikan kita termasuk di antara orang-orang yang beramal dengan ikhlas karena mengharapkan ridha-Nya. Amiin.